SAAT ITU MENJELMA

PUISI TERAKHIR

Dalam sepi hati bernyanyi
Melantunkan sakratul cinta
Yang sedari dulu menggores jasad

Siang terik ini terasa dingin
Sejuk lembut keluar masuk dari jantungku
Yang mengeluarkan udara harum
Semerbak dari setiap celah kenangan

Tik…tik…tik…tik
Butiran air mata panjang mengarak setiap kenangan
Menempuh jauh kemasa silam
Damai, sejuk…Tapi aku dan kau menangis

Ku coba menyentuh hatimu
Menggapai cinta, membersihkan air ata
Tapi aku tak berdaya, bukan karena luka
Tapi jasad sudah tiada

Tik…tik…tik
Makin sedikit air mata ini
Namun cukup layak membasahi
Kertas dari puisi ini
Puisi yang terakhir umtuk mu…

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: